Musdes Dumpiagung: Fokus pada Realisasi APBDESA 2025 da Penetapan KPM BLT DD 2026

Birokrasi15 Dilihat
banner 468x60

Lamongan, Lenteranusantaranews.comĀ 

Pemerintah Desa (Pemdes) Dumpiagung telah menyelenggarakan Musyawarah Desa (Musdes) pada Selasa (10/02/2026) di aula Balai Desa. Pertemuan yang menghadirkan berbagai komponen masyarakat dan jajaran pemerintah terkait ini berfokus pada dua hal krusial:

banner 336x280

Penyampaian Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) Tahun 2025 serta penetapan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) Tahun 2026.

Di antara para hadirin adalah Camat Kembangbahu Arif Baktiar beserta jajaran Forkopimcam, Ketua BPD, RT/RW, Babinsa, tokoh masyarakat, serta pejabat struktural kecamatan termasuk Kasipem baru Ibu Aprilia (Bu Lia).

Dalam kesempatan tersebut, Camat Arif Baktiar mengingatkan akan perubahan regulasi yang signifikan dalam pengelolaan Dana Desa. Hal ini dipertegas oleh Ketua BPD, yang menyampaikan bahwa pagu Dana Desa mengalami penurunan drastis dari sekitar Rp820 juta tahun sebelumnya menjadi Rp320 juta pada tahun ini. Kondisi ini mengingatkan pentingnya selektivitas dan fokus dalam pengalokasian dana, khususnya untuk mendukung program prioritas seperti Jalan Mantap dan Alus Lamongan (JAMULA).

Pihak kecamatan juga memberikan apresiasi atas prestasi Desa Dumpiagung sebagai Juara 2 dalam ketaatan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Bu Lia mengharapkan kerja sama sinergis antara RT dan RW tetap terjaga untuk memastikan capaian optimal tahun ini.

Kepala Desa Nuriyanto menjelaskan rencana pembangunan ke depan dengan penuh pertimbangan. Di tengah keterbatasan anggaran, prioritas diberikan pada perbaikan infrastruktur seperti jalan, gorong-gorong, serta rehabilitasi pasar desa yang akan diubah menjadi kawasan “Pujasera” karena lokasinya yang strategis berhadapan dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), yang diharapkan dapat meningkatkan ekonomi warga.

Di bidang pemberdayaan ekonomi, BUMDes Dumpiagung telah menunjukkan hasil yang membanggakan dengan membeli 7 ekor sapi sebagai aset desa dari keuntungan yang diperoleh, dengan harga per ekor Rp15 juta. Langkah ini diharapkan menjadi teladan bagi desa lain dalam mengelola usaha desa secara mandiri dan berkelanjutan.

(sut)

banner 336x280