Bangunan Mangkrak, Kades Tanjung Harus Bertanggung Jawab

Investigasi33 Views
banner 468x60

Gresik, lenteranusantaranews.com

Proses pembangunan tempat pembuangan sampah di Desa Tanjung, Kecamatan Kedamean diduga mangkrak. Pasalnya, pembangunan TPS3R yang berasal dari dana BKK (Bantuan Khusus Kabupaten) Gresik tahun 2025 sebesar Rp200 juta seharusnya sudah selesai dikerjakan, namun hingga akhir tahun ini bangunan tersebut belum selesai dikerjakan.

banner 336x280

Dari pantauan wartawan dilapangan, bangunan tempat sampah tersebut berada di Dusun Tanjung Krajan, Desa Tanjung, yang mengarah ke Desa Katimoho, Kecamatan Kedamean. Nampak hanya bangunan persegi dengan tembok setengah dan diberi atap spandek. Lalu, kemanakah sisa anggaran jika bangunan hanya seperti itu. Manipulasi anggaran nampak jelas dengan konfisi fisik dan jumlah dana yang dipakai. Bangunan sampah itu diharapkan bisa mengurangi penumpukan sampah yang kian hari sulit untuk di tanggulangi.

Menurut salah satu warga disekitar lokasi pembangunan sampah, bangunan itu sudah lama tidak lagi dikerjakan. Sudah lama tak ada pegawai yang mengerjakan. Hanya terlihat bangunan seperti ini, lalu kemanakah sisa anggaran tersebut?

“Sudah lama pembangunannya berhenti.Kalau kondisi bangunan seperti ini, terus kemana sisa dananya?,” kata warga bertanya tanya, Selasa, (18-11-2025).

Masyarakat sekitar pembangunan tempat sampah tersebut berharap agar bangunan itu segera diselesaikan dan bisa difungsikan, sehingga berdampak positif masyarakat. Pembuangan sampah bisa di fokuskan pada satu titik juga mengubah kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan.

Tapi, jika pembangunannya mangkrak seperti ini diduga ada oknum yang sengaja menyalahgunakan wewenang untuk kepentingan pribadi. Dalam hal ini, siapa lagi yang bertanggung jawab kalau bukan Kepala Desa.

“Kami minta agar bangunan ini segera bisa di manfaatkan untuk masyarakat,” jelasnya.

Sementara, Kepala Desa Tanjung, Dwikora Suhariyanto belum bisa memberikan keterangan resmi. Dihubungi melalui whatsapp pribadinya Dwi enggan membalas. Dengan tidak maunya Kades Tanjung mengaangkat telepon wartawan, jelas ada sesuatu yang dia sembunyikan.
(red)

banner 336x280