MBG di Dawarblandong Dipertanyakan, Wali Murid Temukan Telur Tak Layak Konsumsi

Berita Utama30 Dilihat
banner 468x60

Mojokerto, Lenteranusantaranews.com

Program Makan Bergizi (MBG) yang digadang-gadang sebagai upaya peningkatan kualitas gizi anak sekolah justru tercoreng dugaan serius. SPPG Roro Kemuning yang beroperasi di Desa Brayublandong, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, diduga menyajikan telur busuk kepada siswa SDN 1 Temuireng.

banner 336x280

Sejumlah wali murid mengaku mendapati telur dalam paket makan gratis berbau menyengat dan tidak segar. Ironisnya, makanan tersebut sudah dikonsumsi anak-anak di lingkungan sekolah sebelum bau busuk terdeteksi.

“Ini menyangkut kesehatan anak-anak. Kalau telurnya sudah berbau, bagaimana bisa lolos dari dapur hingga sampai ke meja makan siswa? Di mana pengawasannya?” tegas salah satu wali murid dengan nada geram.

Program yang seharusnya memenuhi standar gizi justru diduga diabaikan. Publik mempertanyakan apakah ada upaya menekan biaya produksi dengan mengorbankan kualitas bahan pangan. Dugaan ini mengarah pada motif mencari keuntungan pribadi tanpa memperhatikan keselamatan peserta didik.

Tokoh masyarakat Dawarblandong turut angkat bicara. Ia menilai, jika benar ada unsur kesengajaan atau kelalaian berat, maka ini bukan sekadar pelanggaran teknis, melainkan bentuk pengkhianatan terhadap amanah publik.
“Jangan jadikan program makan bergizi sebagai ladang bisnis. Ini uang negara, ini untuk masa depan anak-anak. Kalau ada yang bermain-main dengan kualitas bahan makanan, harus diproses hukum,” ujarnya keras.

Masyarakat kini mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, dinas kesehatan, serta aparat penegak hukum untuk turun tangan melakukan audit menyeluruh terhadap pengelolaan SPPG Roro Kemuning.

(Red)

banner 336x280