Surabaya, lenteranusantaranews.com
kecelakaan maut kembali terjadi di Jalan Raya Sememi, Surabaya, Jum’at, (6-2-2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Insiden tersebut melibatkan truk boks Mitsubishi dengan sepeda motor Yamaha RX King, yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian.
Korban tewas diketahui bernama Dava Satria Aruna Putra (19), seorang pelajar asal Gresik.
Menurut Kanit Gakkum Sat Lantas Polrestabes Surabaya, Iptu Suryadi, korban mengalami luka berat di bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia pada saat kejadian. Setelah itu, jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit BDH Surabaya untuk keperluan visum yang menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan hukum.
Kecelakaan melibatkan dua kendaraan, yaitu truk boks Mitsubishi bernopol W-9984-PA yang dikemudikan oleh Chuzaini (59) warga Sidoarjo, dan sepeda motor Yamaha RX King bernopol S-5030-TH yang dikendarai oleh korban.
Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan oleh petugas kepolisian, truk boks sedang melaju dari arah barat ke timur. Ketika sampai di lokasi kejadian, pengemudi truk melakukan manuver berbelok ke kanan untuk melakukan putar balik, namun tidak memperhatikan kondisi lalu lintas di sekitarnya. Pada saat bersamaan, sepeda motor yang dikendarai korban melaju searah di sisi samping truk, sehingga terjadi tabrakan yang fatal.
Dari hasil pemeriksaan awal yang dilakukan, penyebab kecelakaan diduga karena faktor kelalaian pengemudi truk yang tidak berhati-hati saat melakukan manuver putar balik. Saat ini, kepolisian telah mengamankan kedua kendaraan beserta semua dokumen terkait, serta melakukan proses olah TKP dan pemeriksaan terhadap saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian.
“Penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap secara lengkap kronologi dan tanggung jawab hukum dalam peristiwa ini,” ujar Iptu Suryadi, Sabtu, (7-2-2026).
Sementara itu, dari keterangan tetangga korban di rumah duka, diketahui bahwa korban mengendarai sepeda motor akan pergi ke Surabaya tempat orang tuanya berjualan., Seperti biasa, jika orang tua korban libur tidak menjaga lapak, dia (korban) yang menggantikannya untuk berjualan.
“Budal yah (Berangkat yah),” ucap tetangga korban menirukan kata terakhirnya saat berpamitan ke orang tuanya.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas serta kesadaran akan keamanan diri dan orang lain di jalan raya.
(red)













