Gresik, Lenteranusantaranews.com
Sepasangan lelaki dan perempuan terlihat asyik bermesraan di salah satu coffe (warung kopi modern) yang berada di kawasan Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Sepasang kekasih itu di duga bukan pasangan resmi (pasangan suami istri). Dugaan itu di kuatkan dengan usia mereka yang sudah berumur lebih dari 40 tahun dan tak layak mempertontonkan adegan mesra di tempat umum. Bukan hanya itu, saat mereka datang juga membawa kendaraan sendiri sendiri.
Peristiwa tak senonoh itu terjadi pada malam hari, jam-jam sepi pengunjung, sehingga membuat pasangan yang di duga pasangan selingkuh itu dengan leluasa melakukan adegan mesra yang sangat menggangu pemandangan pengunjung lain.
Mereka terlihat erat berpegangan tangan, kadang pula si perempuan tidur di bahu sang lelaki. Tak jarang mereka melakukan adegan cium kening sambil melirik apakah tidak ada pengunjung lain yang melihat.
Berdasarkan pantauan di lokasi, pasangan yang di duga pasangan selingkuh tersebut perempuannya memakai kerudung abu abu dengan kombinasi kaos ketat lengan panjang warna hitam, dan pasangannya memakai topi putih dan kaos lengan pendek warna hijau. Mereka tampak mesra layaknya pasangan muda mudi yang di landa asmara.
Sambil duduk berdekatan mereka menunjukkan sikap acuh, tak menghiraukan lalu lalang pengunjung yang sesekali lewat dan memperhatikan tingkah mereka.
“Mereka datang sekitar jam 19.00. Dengan mengendarai kendaraan yang berbeda,” kata salah satu pengunjung, Kamis, (1-1-2026).
Masih menurut salah satu pengunjung, Ia merasa risih dengan adanya adegan mesra yang mereka tontonkan. Dia merasa kurang nyaman karena merasa malu sendiri. Tujuannya ke tempat ini adalah untuk menikmati ketenangan, malah di suguhi adegan 17 tahun ke atas.
“Warung kopi adalah tempat umum yang seharusnya tetap memperhatikan norma kesopanan dan etika. Kalau mau berbuat mesum, bisa mencari tempat lain. Dibelakang kafe ada tanah kosong yang rumputnya tinggi, saya rasa mending di sana tidak menggangu pengunjung yang mau santai di sini,” pungkasnya dengan nada kesal.
Sementara itu, media ini mengharap agar pihak pengelola cofe lebih pro aktif dalam menjaga kenyamanan pengunjung. Mereka yang datang tak hanya orang dewasa, kadang datang bersama keluarga secara rombongan dan juga anak anaknya. Niatnya mencari tempat santai agar bisa menikmati suasana bersama keluarga. Menikmati kopi hangat, cemilan, dan irama musik yang di sajikan oleh pengelola. Tak jarang pengunjung datang ke tempat tersebut untuk menemui klien mereka, membahas sesuatu yang penting dan membutuhkan tempat yang nyaman.
Pengunjung adalah raja, mereka orang orang yang lelah setelah melakukan aktivitas seharian, ingin rileks, santai, tetapi terganggu dengan ulah oknum pengunjung yang tidak kurang biaya dan tidak bisa menghargai pengunjung yang lain.
Begitu pula dengan pihak Kecamatan Menganti, seharusnya Trantib Kecamatan lebih sering melakukan giat patroli agar bisa meminimalisir kejadian seperti ini dan tak mencemari slogan GRESIK BERHIAS IMAN.
(Red)













