Gresik, lenteranusantaranews.com
Pemasangan infrastruktur tiang dan kabel Wi-Fi milik MyRepublic di Desa Hendrosari, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, telah memicu keluhan serius dari masyarakat setempat. Proses pemasangan yang dilakukan tanpa tahapan sosialisasi atau musyawarah terlebih dahulu menjadi poin utama kritikan warga, di mana penyelenggara lapangan langsung menancapkan tiang dan menarik kabel di sepanjang jalan desa tanpa pemberitahuan yang jelas.
Seorang warga yang memilih untuk tidak menyebutkan identitasnya mengungkapkan bahwa upaya pemasangan fasilitas tersebut tidak pernah dibahas bersama dengan masyarakat.
“Pemasangan tiang dan kabel Wi-Fi ini tidak pernah dimusyawarahkan sama sekali. Kami baru tahu ketika mereka sudah mulai bekerja di lokasi,” ujarnya pada hari Minggu (22/2/2026).
Warga juga menyampaikan bahwa pernah melakukan komunikasi dengan Kepala Desa Hendrosari melalui telepon seluler untuk menanyakan alasan tidak adanya sosialisasi sebelum pelaksanaan pemasangan di wilayah desentralisasi desa. Dari komunikasi tersebut, pihak desa menyampaikan bahwa rencana sosialisasi akan dilakukan pada kesempatan kemudian, serta menginformasikan bahwa pihak MyRepublic telah memberikan kompensasi sebesar Rp25 juta terkait dengan pemasangan infrastruktur tersebut.
Masih berdasarkan keterangan warga, sebagian dari dana kompensasi telah disalurkan oleh Kepala Desa kepada masing-masing RT di Desa Hendrosari. Dengan jumlah 8 RT yang masing-masing menerima bantuan sebesar Rp1 juta, total pengeluaran mencapai Rp8 juta, sehingga menyisakan sisa dana sebesar Rp17 juta.
Kondisi ini menyisakan pertanyaan dengan tanda tanya besar di benak masyarakat, mereka mempertanyakan penggunaan sisa dana tersebut.
“Kita rasa uang kompensasi seharusnya diberikan ke pengurus lingkungan seluruhnya sebagai bentuk kompensasi untuk warga yang terkena dampak, bukan untuk kepala desa atau pihak desa,” tegas warga tersebut.
Selain itu, warga juga menyatakan bahwa akan melakukan penyetopan terhadap proses pemasangan jika tidak ada transparansi yang jelas mengenai penggunaan sisa dana kompensasi.
“Tidak ada sosialisasi, uang kompensasi tidak jelas, besok kita stop dulu pekerjaannya sebelum ada kejelasan,” tambahnya.
Masyarakat juga meminta agar pihak pemerintah Kabupaten Gresik, Satpol PP Gresik, serta pihak Kecamatan Menganti khususnya Satuan Ketertiban dan Keamanan (Trantib) Kecamatan Menganti tidak mengabaikan permasalahan ini dan turut berperan dalam mencari kejelasan.
Sampai saat berita ini diangkat, Kepala Desa Hendrosari Asno belum memberikan keterangan resmi terkait permasalahan tersebut. Pihak pemerintah desa Hendrosari juga belum mengeluarkan pernyataan apapun mengenai keluhan masyarakat dan penggunaan dana kompensasi dari MyRepublic.
(red)













